Engkau datang bak air suci yang melimpah pada makhluk
dikala umat sedang tercoreng perangainya
Engkau laksana air bening bagi setiap orang mukmin
dikala orang mukmin mengadah pahala di dalam tungku kehausan
Kelam hati seakan ringan terpanggil untuk melakukan perintah-Mu
Perut yang lapar dan kerongkongan yang haus
Menjadi syarat akan pentingnya saling berbagi
Semangat untuk bersujud tiada henti
bak api yang berkobar di medan perang
Lantunan ayat suci Al-Qur’an berkumandang
Meningkatkan tonggak kemuliaan
Aku melihat seolah dunia bukanlah dunia
Karena begitu baik dan cahaya Allah memenuhi cakrawala
Engkaulah Ramadhan…
Dikala itu, mereka membangun pilar-pilar agama pasca keruntuhan
Lalu Allah naikkan panji-panji kebenaran menaungi segenap makhluk
Sebuah malam yang lebih baik dari seribu malam
Mengeluarkan rahasia simpanannya
Menjadikan sebagai tangga naik menuju sebagai kemuliaan
Linangan air mata mewarnai sujudnya seluruh alam semesta akan kehadirannya