DPR, Dewan perwakilan rakyat adalah lembaga tertinggi di struktural kepemerintahan di Indonesia yang menjadi perbincangan fenomenal belakangan ini. Hal ini dikarenakan tingkah laku “menggemaskan” yang dilakukan oleh segelintir anggota DPR disana. Sejatinya, salah satu tugas DPR adalah menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat. Namun faktanya, segelintir legislator itu pun tidak mengetahui adanya rakyat pinggiran yang makan nasi aking atau nasi basi dikarenakan tidak mampu membeli segenggam beras, bahkan ketika ada seorang Ibu yang bunuh diri bersama anak kandungnya akibat himpitan ekonomi, mereka anggap suatu hal yang biasa….
Kemanakah “pahlawan aspirasi rakyat” itu?
